Konsep pemasaran universal
Untuk
melakukan pemasaran, pemasaran perlu melakukan kegiatan-kegiatan fungsional.
Fungsi-fungsi pemasaran tersebut adalah pembelian, penjualan, pengiriman,
penyimpanan, standarisasi dan klasifikasi, pembungkusan, penanggungan resiko,
pendanaan, dan pengendalian informasi pemasaran misalnya periklanan.
Kegiatan-kegiatan tersebut merupakan fungsi pemasaran yang universal. Artinya,
setiap pemasar akan membutuhkan semua atau seluruh kegiatan- kegiatan tersebut,
meskipun demikian tidak harus setiap akan atau perlu ditindakkan sendiri.
Individual atau organisasi lain dapat melukukan kegiatan-kegiatan tersebut
secara independen untuk kepentingan 11 perusahaan. Misalnya, fungsi pengiriman
tidak dilakukan sendiri, tetapi dilaksanakan oleh biro perjalanan, fungsi periklanan
dikerjakan oleh biro iklan, dan sebagainya.
Pemasaran domestik ke
pemasaran global
Pemasaran
dapat di kelompokkan menjadi pemasaran domestik, pemasaran ekspor, pemasaran
international, pemasaran multinasional dan pemasaran global/transnasioanal.
Pemasaran
Domestik adalah pemasaran yang secara nyata ditujuakan kepada pasar dalam
negeri. Pemasaran ini memfokuskan pada pasar Domestik untuk
menghindari tantangan belajar cara memasarkan ke luar negeri.
Pemasaran
Global/Transnasional adalah pemasaran yang memfokuskan pada pemanfaatan aset,
pengalaman, dan produk perusahaan secara global serta melakukan penyesuaian
pada apa yang benar-benar unik dan berbeda dalam setiap negara.
Kekuatan yang mendorong dan
yang menghambat pemasaran global
Pemasaran
global saat ini dibentuk oleh pengaruh dinamis dari beberapa kekuatan yang
mendorong dan yang menghambat.
Hal
yang mendorong di antaranya adalah: - kebutuhan dan keinginan pasar - teknologi -
perbaikan transportasi - biaya - kualitas - perdamaian global - pertumbuhan
ekonomi dunia - mengenali peluang untuk mengembangkan daya tuas secara global
Hal
yang menghambat: -
perbedaan pasar - kecadokan manajemen - budaya organisasi - kendali nasional
Kekuatan yang mendasari
bisnis internasioanl
- Etnosentrisadalah suatu
asumsi atau keyakinan bahwa negeri asal sendirilah yang unggul. Dalam
perusahaan etnosentris, operasi di luar negeri dianggap kurang penting
dibandingkan domestik dan terutama dilakukan untuk melempar kelebihan produksi
domestik.
- Polisentris adalah keyakinan
yang didasari bahwa setiap negara unik dan berbeda serta cara utuh meraih
sukses di setiap negara adalah menyesuaikan diri dengan perbedaan unik dari
setiap negara. Dalam tahap polisentris, anak perusahaan didirikan di pasar luar
negeri. Setiap anak perusahaan bekerja secara independen dan menetapkan tujuan
dan rencana pemasaran sendiri. Pemasaran diorganisasikan dengan dasar negara
per negara, dengan setiap negara mempunyai kebijakan pemasaran unik sendiri.
- Regiosentris dan
Geosentrisadalah perusahaan memandang wilayah regional dan seluruh dunia
sebagai suatu pasar dan mencoba mengembangkan strategi pemasaran terpadu
regional atau dunia. Regiosentris merupakan orientasi geosentris yang terbatas
pada suatu wilayah regional artinya manajemen harus mempunyai suatu pandangan
dunia ke arah wilayah regional, tapi akan memandang sisa dunia dengan orientasi
etnosentris atau polisentris, atau kombinasi keduanya.
Beberapa konsep kunci
perencanaan pemasaran global
Ada 6
konsep kunci yang memberi dukungan ke arah pemahaman yang lebih baik mengenai
kesempatan dan tantangan dari pemasaran global. Konsep tersebut adalah
strategi, perusahaan di Dunia, Pengelompokkan, segmentasi dan target pemasaran,
kepekaan lingkungan, pengaruh yang mempersatukan dan membedakan, daur hidup
produk/pasar, model daur perdagangan produk.
Strategi
Strategi
telah didefinisikan sebagai respon yang dipertimbangkan dari sebuah organisasi
pada kenyataan dari organisasi pihak yang berkepentingan dan kenyataan dari
lingkungan bisnis.
Tabel
dibawah menyajikan sebuah kerangka kerja konseptual untuk perumusan strategi.
Kerangka kerja ini mengidentifikasi 3 dimensi strategi yaitu lingkungan
eksternal perusahaan, organisasi atau lingkungan internal perusahaan dan nilai
serta aspirasi dari pihak yang berkepentingan.
§ Dimensi yang ke-1
adalah Lingkungan Eksternal Perusahaan. Proses perencanaan
strategi memerlukan penilaian fakta dan asumsi yang menyangkut lingkungan
eksternal perusahaan. Penilaian ini di seputar dimensi makro faktor-faktor
ekonomi, sosialbudaya, politik dan teknologi; disamping juga faktor-faktor
mikro dari pasar, biaya, pesaing, pelanggan dan pemerintah.
§ Penilaian ini harus mencakup
seluruh dunia dan tidak boleh ada pesaing, pasar, pelanggan, atau kecendrungan
yang signifikan sampai terlewatkan. Sehingga penilaian ini harus bersifat
Global, bukan nasional atau regional.
§ Dimensi strategi ke-2
adalah Organisasi. Proses strategis memerlukan identifikasi asumsi
kunci mengenai organisasi, terutama kekuatan dan kelemahannya.
§ Dimensi startegi ke-3
adalah Nilai Pihak yang Berkepentingan. Pihak yang berkepentingan
adalah orang atau kelompok yang mempunyai minat dalam hasil dari kegiatan
organisasi, yaitu termasuk pemegang saham, manajer, karyawan pelanggan, anggota
masyarakat, Negara dimana perusahaan beroperasi, dan lainnya. Karena pihak yang
berkepentingan seringkali mempunyai nilai dan minat yang bertentangan,
menyelesaikan masalah ini merupakan tugas manajemen, yang memerlukan
ketrampilan dan bakat berpolitik.
Tahap – tahap pengembangan
korporasi transnasional : Tipologi dinamis
Ada 5
tahap dalam evolusi perusahaan transnasional, yaitu : Domestik, Internasional,
Multinasional, Global dan Transnasional. Tahap ini menggambarkan perbedaan
signifikan dalam strategi, cara memandang dunia, orientasi dan praktek
perusahaan yang berkecimpung di lebih dari satu Negara. Salah satu perbedaan
kunci dalam perusahaan di berbagai tahap ini adalah orientasi mereka.
Tahap ke-1
: Domestik
Perusahaan
tahap 1 adalah domestic dalam hal focus, visi dan operasinya. Orientasinya
adalah etnosentris. Perusahaan ini memfokuskan pada pasar, pemasok dan pesaing
domestik. Pengamatan lingkungannya pada lingkungan domestik, yang sudah dikenal
dan dari Negara sendiri.
Moto
yang tidak disadari dari perusahaan : “Bila tidak terjadi di negara
ini, hal itu tidak akan terjadi’ Perusahaan tahap 1 yang sedang
tumbuh, kalau sudah mencapai batas pertumbuhan dalam pasar primer, akan
melakukan variasi memasuki pasar, produk, dan teknologi baru, bukan lagi
memfokuskan pada peneterasi pasar internasional
Tahap ke-2
: Internasional
Perusahaan
tahap 2 memperluas pemasaran, prabrik, dan kegiatan lain di luar negari.
Perusahaan tersebut memburu kesempatan bisnis di luar negeri, walaupun begitu
masih tetap etnosentris, atau berorientasi dalam negeri, dalam orientasi
dasarnya. Tanda dari perusahaan tahap 2 adalah keyakinan bahwa cara-cara
melakukan bisnis, orang, kebiasaan, nilai-nilai, dan produk negeri sendiri
lebih unggul dibandingkan dengan yang ada dimanapun di dunia. Fokusnya dari
perusahaan tahap 2 adalah tetap pada pasar dalam negeri. Tahap 2 merupakan awal
dari tahap 4 :”Global” Kalau perusahaan memutuskan untuk memasuki pasar
internasional, masuk akal ditahap awal untuk memperluas bisnis dan bauran
pemasaran (4P) seluas mungkin sehingga mereka dapat memusatkan belajar mengenai
cara melakukan bisnis di Negara asing.
Tahap ke-3
: Multinasional
Pada
waktunya, perusahaan tahap 2 akan menemukan bahwa perbedaan dalam pasar di
seluruh dunia menuntut adaptasi dari bauran pemasaran agar dapat sukses. Kalau
perusahaan sudah memutuskan untuk memberikan respon pada perbedaan pasar,
perusahaan itu beranjak menjadi perusahaan tahap 3 Multinasional yang mengejar
strategi multidomestik. Fokus dari perusahaan tahap 3 adalah multinasional atau
dalam istilah strategi disebut multidomestik (artinya perusahaan itu merumuskan
strategi yang unik untuk setiap Negara tempat perusahaan itu melakukan bisnis).
Orientasi dari perusahaan ini bergeser dari etnosentris menjadi polisentris.
Orientasi polisentris adalah asumsi bahwa pasar dan cara melakukan bisnis di
seluruh dunia demikian unik, sehingga satu-satunya cara agar sukses secara
internsional adalah melakukan penyesuaian pada aspek yang berbeda dari setiap
pasar nasional. Strategi pemasaran tahap 3 adalah menyesuaikan bauran pemasaran
domestic agar cocok dengan pilihan dan kebiasaan asing. Contohnya : Philips
dari Belanda (1960)
Tahap ke-4
: Global
Perusahaan
tahap 4 membuat ancangan strategi yang cukup besar dari tahap 3 multinasional.
Perusahaan pasti punya strategi pemasaran global atau strategi menemukan
pemasok global, tetapi tidak pernah kedua-duanya. Perusahaan itu akan
memfokuskan pada pasar dan sumber daya global dari dalam negeri atau salah satu
Negara lain untuk memasok pasar ini atau akan memfokuskan pada pasar domestik
dan sumber daya dari dunia untuk memasok saluran distribusi domestic. Contohnya
: Harley Davidson dan Gap. Harley. Strategi perusahaan global tahap
4 adalah memenangkan strategi bila sebuah perusahaan dapat menciptakan
keunggulan bersaing dengan membatasi globalisasi dari rantai nilai.
Tahap ke-5
: Transnasional
Perusahaan
pada tahap 5 ini jauh lebih canggih daripada sekedar sebuah perusahaan dengan
penjualan, investasi dan opeasi di banyak Negara. Perusahaan semakin lama
semakin mendominasi pasar dan industri di seluruh dunia ini adalah sebuah
perusahaan dunia terpada yang menghubungkan sumberdaya global dengan pasar
global dan membuat laba. Tidak ada contoh perusahaan transnasiona yang ‘murni’,
tetapi jumlah perusahaan, yang memperlihatkan banyak karakteristik dan beberapa
lagi sebagaian besar karakteristik perusahaan global bertambah banyak.
Perusahaan tahap ini orientasinya geosentris. Perusahaan ini mengakui adanya
persamaan dan perbedaan, serta mengadopsi pandangan dunia. Perusahaan tsb
berfikir global dan bertindak lokal. Perusahaan mengadopsi strategi global yang
memungkinkannya untuk meminimalkan penyesuaian di berbagai Negara yang
benar-benar menambah nilai bagi pelanggan di Negara itu. Perusahaan tsb
melakukan penyesuaian hanya bila menambah nilai yang ditawarkan. Pengetahuan
dalam transnasional diciptakan oleh seluruh fungsi di semua lokasi dan
dikembangkan bersama serta disebarkan ke seluruh dunia.
Tinjauan ekonomi dunia
Ekonomi
dunia telah mengalami perubahan revolusioner dalam 50 tahun terakhir. Mungkin
perubahan yang paling besar dan mendasar adalah munculnya “pasar
global dan persaingan global”.
Perubahan
terus berlangsung di seluruh dunia, termasuk di Negara sedang berkembang,
terdapat 5 perubahan besar yang mendasar, yaitu :
- Perpindahan modal menjadi
kekuatan yang mendorong ekonomi dunia, bukan lagi perdagangan, sehingga
perpindahan modal dan perdagangan sangat menentukan nilai mata uang (kurs
valuta asing).
- Produksi telah “terlepas”
dari tingkat orang yang bekerja. (walaupun tingkat tenaga kerja menurun, tetapi
volume produksi masih tetap terus meningkat)
- Produk primer telah
“terlepas” dari ekonomi industri. (hal ini berlawanan dengan masa lalu, yaitu
ketika turunnya harga bahan mentah akan menyebabkan depresi di seluruh dunia
dalam ekonomi industri)
- Ekonomi dunia dapat
dikendalikan. Ekonomi makro Negara tidak lagi mengendalikan hasil ekonomi.
- “Kontes” selama 75 tahun
antara kapitalisme dan sosialisme telah berakhir. Keberhasilan yang jelas dari
sistem kapitalis dibandingkan model komunis yang terkendali dan terpusat telah
menyebabkan runtuhnya komunisme sebagai sebuah model mengorganisasi kegiatan
ekonomi dan sebagai sebuah ideology.
Sistem ekonomi
Sistem
perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk
mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun
organisasi di negara tersebut. Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi
dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu
mengatur faktor produksinya. Dalam beberapa sistem, seorang individu boleh
memiliki semua faktor produksi. Sementara dalam sistem lainnya, semua faktor
tersebut di pegang oleh pemerintah. Kebanyakan sistem ekonomi di dunia
berada di antara dua sistem ekstrem tersebut.
Perkembangan pasar
Pengembangan
pasar merupakan sebuah usaha yang dilakukan dalam meningkatkan penjualan
dari hasil produk yang dihasilkannya. Kegiatan ini merupakan salah satu
alternatif untuk meningkatkan pertumbuhan produktivitas perusahaan. Pertumbuhan
dapat dikategorikan menjadi Pertumbuhan Intensif yang dilakukan dengan cara:
penetrasi pasar, pengembangan pasar, dan pengembangan produk. Kategori yang
kedua adalah Pertumbuhan integratif yang dapat dilakukan dengan cara: integrasi
ke belakang, integrasi ke depan, dan integrasi horisontal. Adapun
kategori ketiga adalah pertumbuhan diversifikatif yang dapat dilakukan dengan
cara: diversifikasi konsentrik, diversifikasi horisontal, dan integrasi konglomerat.
Berdasarkan
kategori pertumbuhan tersebut maka pengembangan pasar merupakan pertumbuhan
yang dapat dikategorikan pertumbuhan intensif. Dengan jenis kategori
pertumbuhan intensif ini pertumbuhan yang dicapai tidak mengubah sebuah sistem
pemasaran perusahaan.
Pola konsumsi
Kegiatan
konsumsi, pola pengeluaran antar rumah tangga tidak akan pernah sama persis.
Akan tetapi memiliki perbedaan keteraturan dalam pola pengeluaran secara umum.
Pola pengeluaran ini bisa juga disebut pola konsumsi (sebab konsumsi merupakan
suatu bentuk pengeluaran). Pola konsumsi berasal dari kata pola dan konsumsi.
pola adalah bentuk (struktur) yang tetap, sedangkan konsumsi adalah pengeluaran
yang dilakukan oleh individu/kelompok dalam rangka pemakaian barang dan jasa
hasil produksi untuk memenuhi kebutuhan. Jadi, pola konsumsi adalah bentuk
(struktur) pengeluaran individu/kelompok dalam rangka pemakaian barang dan jasa
hasil produksi guna memenuhi kebutuhan.
Neraca pembayaran
Neraca
pembayaran merupakan suatu ikhtisar yang meringkas transaksi-transaksi
antara penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain selama jangka
waktu tertentu (biasanya satu tahun). Neraca pembayaran mencakup pembelian dan
penjualan barang dan jasa, hibah dari individu dan pemerintah asing,
dan transaksi finansial. Umumnya neraca pembayaran terbagi atas neraca
transaksi berjalan (yang terdiri dari neraca perdagangan, neraca jasa dan
transfer payment) dan neraca lalu lintas modal dan finansial, dan item-item
finansial.
Pola perdagangan
- Perdagangan Barang
Ditahun
1990 : Nilai perdagangan dunia kira-kira AS$ 3,5 triliun, dengan 75%
ekspor dunia dihasilkan oleh Negara industri dan 25% oleh negara berkembang. ME
(Eropa) menguasai 40%, AS & Kanada menguasai 18%, Jepang sekitar 9%. 60%
dari Ekspor ME (Eropa) dan 51% impornya terjadi di antara negara ME(Eropa)
sendiri. Bila ME dianggap sebuah Negara, mereka menguasai 16% ekspor dunia,
atau sedikit dibawah AS (40% dari 40%). 20 negara didunia yang paling
banyak dalam mengekspor dan mengimpor adalah sbb dengan pengecualian Korea dan
Cina, semua adalah Negara berpenghasilan tinggi. Negara tsb adalah : Belanda,
Belgia, Irlandia, Portugal, Spanyol, Eslandia, Austria, Norwegia, Yunani,
Perancis, Italia, Swiss, Inggris, Denmark, Jepang, Swedia, Turki, Finlandia,
Cekoslovakia & Hongaria.
- Perdagangan Jasa
Mungkin
sector pertumbuhan perdagangan dunia yang paling cepat adalah perdagangan dalam
bidang jasa. Sayangnya statistic dn data mengenai perdagangan jasa tidak
selengkap perdagangan barang. Banyak Negara (NSB) mengalami kerugian dalam
menegakkan hak cipta internasional dan undang-undang paten hingga menyebabkan
pemasukan negative dalam bidang jasa terhadap Negara yang menciptkan produk
jasa seperti perangkat lunak dan alat hiburan video.
Aspek Dasar Budaya
Budaya universal adalah modus tingkah laku yang ada dalam
setiap budaya. Aspek budayamenunjukan peluang bagi pemasar global untuk
menstandarisasikan beberapa atau seluruh elemenprogram pemasaran. Daftar
budaya universal sebagai berikut olah raga, hiasan badan, memasak ,masa berpacaran, menari, seni dekoratif, pendidikan
etika , etiket pesta keluarga pantangan makananan, bahasa periklananan , waktu makan, obatat-obatan, perkabungan,
musik, ritualkeagamaan peraturan penduduk,
perbedaan status dan perdagangan.
Pendekatan analisis faktor -
faktor budaya
PENDAHULUAN
Alasan mengapa factor budaya
merupakan tantangan bagi pemasar global adalah bahwa semua ini tidak mudah
terlihat. Budaya merupakan tingkah laku yang dipelajari, yang diturunkan dari
satu generasi ke generasi berikutnya, sulit bagi seseorang dari luar kalangan
yang tidak berpengalaman atau tidak terlatih untuk memahaminya. Kecuali bila
kita belajar cara untuk menyingkirkan asumsi budaya kita, kita tidak
akan sepenuhnya memahami arti dan pentingnya pernyataan maupun tingkah laku
orang dari budaya yang berbeda, yang akan melakukan bisnis dengan kita.
Misalnya :
Bila anda berasal dari budaya
yang mendorong tanggungjawab dan inisiatif, anda dapat salah mengerti dengan
seorang klien atau atasan dari budaya yang menganjurkan agar orang tetap
mengendalikan diri dalam semua kegiatannya. Atasan anda akan mengharapkan diberitahu
secara rinci apa yang anda kerjakan ketika anda mungkin mengambil inisiatif
dengan anggapan bahwa atasan anda akan menghargai kemauan anda untuk
bertanggungjawab.
Untuk mengatasi kecadokan
budaya, perlu untuk mengetahui bahwa ada perbedaan budaya dan hal itu dapat
dipelajari dan disatukan dalam dasar pengalaman anda. Ada beberapa factor dasar
yang akan mempercepat kemampuan anda untuk belajar mengenai budaya lain, yaitu
:
1. Awal dari kebijaksanaan
adalah menerima bahwa kita tidak akan pernah benar-benar memahami diri kita
sendiri maupun orang lain (manusia terlalu kompleks untuk
“dipahami”). Seperti dikemukan oleh Carl Jung, : “Pada dasarnya salah
pengertian itu tidak ada, salah pengertian hanya ada dalam bidang
yang kita anggap “mengerti”.
2. system persepsi kita amat
terbatas. Kita nyaris tidak “melihat” apa-apa. System syaraf kita terorganisasi
dengan prinsip umpan balik negatif (artinya : system syaraf kita bekerja
demikian halus, sehingga system kendali kita hanya diaktifkan kalau ada sinyal
masukan yang berbeda dari apa yang kita harapkan).
3. kita menghabiskan sebagian
besar energi untuk mengelola masukan persepsi
4. kalau kita mengalami atau
menangkap tingkah laku aneh, ada sesuatu di belakang tingkah laku ini (yaitu
system budaya keyakinan dan nilai yang tidak kita pahami)
5. bila kita ingin menjadi
efektif dalam budaya asing, kita harus mencoba memahami keyakinan, motif dan
nilai. Hal ini memerlukan sikap terbuka, sikap yang berada di atas budaya kita
sendiri.
Kriteria Referensi Diri
Sendiri
Salah satu cara sistematik
untuk mengurangi sejauh mungkin persepsi kita mengenai kebutuhan pasar yang
terhambat oleh pengalaman budaya kita sendiri, dikembangkan oleh James
Lee. Lee menamakan referensi yang tidak disadari terhadap nilai
budaya orang itu adalah Kriteria Referensi Diri Sendiri atau disingkat
dengan SRC (Self-reference criteria). Dia mengupas
masalah ini dan mengusulkan kerangka kerja sistematik terdiri dari 4 langkah
untuk menghilangkan bentuk kecadokan ini,yaitu:
1. Tentukan masalah atau sasaran
dalam arti sifat-sifat budaya, kebiasaan atau norma negara sendiri.
2. Tentukan masalah atau sasaran
dalam arti sifat-sifat budaya, kebiasaan atau norma negara asing.
3. Pisahkan pengaruh SRC dalam
masalah dan telitilah dengan hati-hati untuk mengetahui bagaimana hal itu
mempersulit masalah.
4. Tentukan ulang masalah tanpa
pengaruh SRC dan pecahkan untuk situasi pasar luar negeri.
Lee memberikan contoh
penerapan pendekatan analitis berikut ini.
Sebuah perusahaan pembuat
mobil menarik operasi perakitan dari Karachi di bawah tekanan pemerintah.
Dengan menganggap tekanan ini sebagai awal dari masalah rancangan produk,
bagaimana perusahaan melanjutkan langkahnya pada saat memasuki pasar Pakistan ?
Langkah-1.
Tentukan masalah bisnis atau
sasaran dalam arti sifat-sifat budaya, kebiasaan atau norma domestik.
Negara-negara Barat mempunyai
karakteristik kebutuhan transportasi yang cepat, tepat, nyaman dan gaya. Jalan
raya di negara maju menuntut kecepatan jelajah 95 sampai 110 km per-jam, dan
bensin dengan nilai Oktan 80 sampai 100 tersedia di pasar. Teknik pembuatan
amat rumit, menukarkan mata uang asing bukan masalah bagi pengusaha
Langkah-2.
Tentukan masalah bisnis atau
sasaran dalam arti sifat-sifat budaya, kebiasaan atau norma negara asing.
Jangan membuat
pendapat atas nilai-nilai. Pakistan mempunyai budaya dengan cirri-ciri
keinginan besar untuk mudah berpindah-pindah tetapi dengan tingkat keterampilan
teknologi yang rendah. Di situ ada tekanan kuat dalam menukarkan mata uang
asing. Kredit konsumen merupakan harapan masa depan.
Langkah-3.
Pisahkan pengaruh SRC dalam
masalah dan telitilah dengan hati-hati untuk mengetahui bagaimana hal itu
mempersulit masalah. Perbedaan signifikan antara langkah 1 dan 2 menyatakan
dengan kuat bahwa kebutuhan berdasarkan pada model negara maju tidak ada di Pakistan
dan bahwa modifikasi dari model ini diperlukan oleh pasar
Langkah-4.
Tentukan ulang masalah tanpa
pengaruh SRC dan pecahkan untuk situasi pasar luar negeri.
Ini memerlukan rancangan
sebuah mobil yang cocok dengan budaya dan spesifikasi ekonomi Pakistan. Lee
mempertahankan bahwa mobil seperti itu harus dibuat dari baja bersudut, beralur
dan bergaris. Investasi modal dari Pakistan akan sebesar $100,000 dalam mata
uang kuat dan dalam jumlah setara dalam bentuk mata uang local untuk
setiap kapasitas produksi 1.000 unit per-tahun. Mobil tersebut akan dijual
dengan harga kira-kira $2.000, dengan kecepatan jelajah sekitar 65 km per-jam
dan akan dapat menempuh sekitar 30 km menggunakan satu liter bensin beroktan
rendah.
Negosiasi
Negosiasi adalah
sebuah bentuk interaksi sosial saat pihak-pihak yang terlibat
berusaha untuk saling menyelesaikan tujuan yang berbeda dan
bertentangan. Menurut kamus Oxford, negosiasi adalah suatu cara untuk
mencapai suatu kesepakatan melalui diskusi formal
Produk industri, produk
konsumen
Produk Industri / Industrial
Goods
Produk industri adalah produk
yang dipakai perusahaan untuk operasional menghasilkan barang dan atau jasa.
Produk industri dapat dibagi menjadi beberapa kategori seperti produk
instalasi, peralatan tambahan, persediaan, pelayanan, bahan mentah, komponen
dan lain-lain.
Produk
Konsumen adalah produk barang atau jasa yang konsumennya adalah konsumen rumah
tangga sebagai pemakai akhir di mana produk dari produsen yang terjual dan
dibeli konsumen akan dipakai dan dikonsumsi sendiri dan bukan untuk dijual
kembali.
Hukum internasional
Hukum
internasional adalah bagian hukum yang mengatur aktivitas
entitas berskala internasional. Pada awalnya, hukum internasional hanya
diartikan sebagai perilaku dan hubungan antarnegara namun dalam perkembangan
pola hubungan internasional semakin kompleks pengertiannya. Hukum internasional
juga mengurusi struktur dan perilaku organisasi internasional dan pada batas
tertentu, perusahaan multinasional dan individu.
Organisasi kawasan
Organisasi kawasan (OK)
adalah organisasi internasional (OI) yang beranggotakan beberapa
negara dan mencakup badan geopolitik yang operasinya tidak memandang
batas negara-bangsa. Keanggotaannya ditentukan oleh batas geografi
tertentu seperti benua atau batas geopolitik seperti blok ekonomi.
Organisasi kawasan didirikan untuk mendorong kerja sama dan integrasi politik
dan ekonomi atau dialog antarnegara atau antarlembaga dalam satu wilayah
geografis atau geopolitik tertentu. Organisasi ini menggambarkan pola
pembangunan dan sejarah yang muncul sejak akhir Perang Dunia II serta
fragmentasi di dalam globalisasi. Sebagian besar OK bekerja sama dengan
organisasi-organisasi multilateral seperti Perserikatan
Bangsa-Bangsa. Meski organisasi kawasan kadang disebut organisasi
internasional, istilah organisasi kawasan dianggap lebih masuk
akal karena menekankan cakupan keanggotaannya yang lebih terbatas.
Lisensi
Lisensi secara
umum dapat diartikan pemberian izin, hal ini termasuk dalam sebuah perjanjian.
Definisi lain, pemberian izin dari pemilik barang/jasa kepada pihak yang
menerima lisensi untuk menggunakan barang atau jasa yang dilisensikan.
Anti trust
Hukum
atau Undang-Undang "Antipakat" (antitrust) atau hukum/undang-undang
persaingan, merupakan peraturan melawan kebiasaan dagang yang merendahkan
persaingan atau dianggap tidak adil. Istilah antitrust diambil
dari hukum Amerika Serikat yang awalnya dibuat untuk memerangi
bisnis trust - sekarang umum dikenal sebagai kartel.
Sistem keuangan internasional
Berikut sistem keuangan
internasional yang pernah diterapkan mulai dari zaman dahulu hingga sekarang
1. Sistem Standar Emas
Sistem
standar emas adalah sistem keuangan yang berdasar pada nilai emas sebagai acuan
untuk alat pembayaran yang sah, dasar penentuan nilai uang, dan sebagai dasar
dalam menentukan atau pembanding nilai tukar mata uang. Hakikatnya nilai mata
uang suatu negara apakah itu berupa uang kertas maupun jenis lainnya, dalam
sistem standar emas nilai mata uang tersebut akan berkaitan langsung dengan
nilai emas yang dimiliki oleh suatu negara. Sederhananya adalah negara berhak
mencetak uang sebanyak-banyaknya sesuai dengan mata uang negara yang sah dengan
persyaratan jumlah emas yang disimpan atau dimiliki oleh negara memiliki nilai
yang sama dengan jumlah uang yang dicetak
2. Sistem Bretton Woods
Berakhirnya
perang dunia pertama membawa dampak buruk yang berkepanjangan terhadap laju
perkembangan perekonomian di seluruh negara-negara di dunia. Penerapan sistem
standar emas dinilai tidak lagi sesuai dengan kondisi negara setelah perang
dunia pertama, hal ini disebabkan berkurangnya pasokan komoditas emas untuk
dikonversi kedalam mata uang negara. Dengan memburuknya kondisi ekonomi yang
dirasakan oleh banyak negara, kemudian mendorong banyak negara untuk memecahkan
permasalahan yang sama dengan mengadakan pertemuan dengan negara-negara di
dunia untuk mencari solusi dalam memperbaiki kondisi perekonomian pasca perang,
terutama dalam masalah sistem keuangan atau moneter.
3. Sistem Kurs Mengambang
Terkendali
Setelah
muncul Sistem Bretton Woods yang kemudian melahirkan banyak kesepakatan dan
terbentuknya lembaga-lembaga keuangan internasional memberikan berdampak pada
meningkatnya pertumbuhan ekonomi yang ditandai dengan bertambahnya pendapatan
negara, perdagangan dunia yang semakin berkembang luas, dan ketersediaan
lapangan pekerjaan yang merata. Kembalinya stabilitas perekonomian dunia
merupakan puncak sukses dari penerapan Sistem Bretton Woods yang berlangsung
hampir 20 tahun.
Implikasi bisnis akibat
fluktuasi nilai tukar
Fluktuasi
mata uang adalah hasil alami dari sistem nilai tukar yang berubah-ubah yang
merupakan norma dari sebagian besar perekonomian utama. Nilai tukar satu mata
uang terhadap yang lain dipengaruhi oleh berbagai faktor fundamental dan
teknis. Termasuk diantaranya jumlah pasokan dan permintaan dari dua mata uang
tersebut, kinerja ekonomi, prospek inflasi, perbedaan suku bunga, arus modal,
dukungan teknis dan tingkat resistensi, dan sebagainya. Karena faktor-faktor
ini umumnya dalam keadaan fluks terus-menerus maka nilai mata uang berfluktuasi
dari waktu ke waktu. Namun, walaupun tingkat mata uang sebagian besar
seharusnya ditentukan oleh ekonomi yang mendasarinya, hal ini sering
berubah-ubah, karena gerakan besar dalam mata uang juga bisa mendikte nasib
perekonomian suatu negara.